Sabtu, 22 Juni 2013

Dunia Nyata & Dunia Maya


Sebelum membahas Dunia Nyata dan Dunia Maya, apa yang ada di pikiran kamu saat membaca kata ‘Netiket’?
Apa itu netiket?

Apaan? Net yang diiket?
Netiket itu internet + etiket. Internet pasti udah pada tau lah ya. Kalau etiket? (Bukan. Etiket bukan tiket yang kita beli secara online. Itu eTiket.) Hmmmmm. Oke. Buat yang merasa asing; ‘etiket’ itu tata cara dalam masyarakat beradab dalam memelihara hubungan baik antara sesama manusia. Definisi barusan dikopas dari sini.
Terdengar serius ya? Ehem. Ini memang agak serius.
Mungkin kamu di rumah dan di sekolah diajarin etiket, diajarin adab sopan santun dan bagaimana berinteraksi dengan sesama. Tapi apakah kamu diajarin tentang netiket?
Saya yakin jawabannya: nggak.
Oke, gini aja.
Saya melihat bahwa orang cenderung memandang internet sebagai alternate universe. Alam lain. Apa yang dikerjakan di internet (seperti ngeblog, ngetwit, googling, nonton video yutub, chatting dll) ini adalah dunia maya; sementara kehidupan yang dijalani sehari-hari (seperti makan, sekolah, pipis, tidur, pacaran dll) adalah dunia nyata. Kemudian muncul bahasan-bahasan semacam: “Dunia Nyata vs Dunia Maya”. Seakan-akan dunia maya itu tempat yang berbeda, atau dua hal yang berseberangan. Seperti ‘bangun vs tidur’, atau ‘kenyataan vs mimpi’ atau yang ekstrem ‘surga vs neraka’.
Padahal nggak gitu.
Internet yang kita sebut ‘dunia maya’ ini adalah bagian dari dunia nyata.
…
*Pause sejenak untuk memberikan kesan dramatis*
…
Karena yang di depan kita adalah monitor komputer atau layar henfon; maka kita sering keliru menganggap apa yang kita hadapi itu adalah mesin. Kita mengira kita berbicara dan berinteraksi dengan komputer; kita nggak sadar di balik layar digital itu ada manusia yang nyata.
Kamu menyimak postingan #52 ini di monitor komputermu (atau layar henfon), tulisan-tulisan ini nggak muncul begitu saja. Saya yang nulis. Saya Masova. Dan saya nyata.
Kamu membaca twit seseorang, hmmm, sebut saja @radityadika. Twit-twitnya tidak nongol dari alam digital secara ghaib. Kata-kata itu dia yang mengetik. Dan dia nyata.
Internet dan segala isinya adalah ciptaan orang-orang yang benar-benar ada di dunia. Kode, script, gambar, warna, tulisan. Itu nyata. [Memang, ada bot atau program komputer yang bisa meng-generate tulisan atau gambar  secara otomatis, well tapi ini bahasan yang lain. Lagipula, program bot semacam itu juga ditulis oleh: manusia. Sekali lagi, nyata.]
Karena internet atau dunia maya ini adalah bagian dari dunia nyata, maka etiket atau tata krama yang berlaku di kehidupan sehari-hari pun berlaku di internet. Misalnya apa, Mas? Hayah, kalau udah dewasa nggak perlu dikasih tau lah ya. Uhm. Oke. Saya kasih contohnya dikit: menghormati orang lain, nggak nyakitin, menjaga privasi, berterima-kasih, bilang permisi, minta maaf kalau salah; yah hal-hal semacam itu lah.
Catatan: Netiket hanya berlaku di dalam ruang dengan kehidupan sosial di dalamnya. Hanya berlaku jika ada interaksi, obrolan, atau pergaulan dengan orang-orang lain. ‘Ruang’ sosial ini misalnya: twitter, facebook, forum/message board, email, milis, group chat, kolom komentar di blog, dll. Jika kamu online internet kemudian kamu ngadepin Cleverbot; maka netiket nggak berlaku. Jadi terserah kamu mau ngapain. Karena yang kamu hadapi memang bukan manusia.
Ya sama kayak etiket lah. Etiket hanya berlaku ketika kamu berada di lingkungan sosial atau sedang bersama orang lain. Saat sedang pipis sendirian di toilet, misalnya; terserah deh mau ngapain. Sambil bugil, joget-joget atau salto, terserah. Tapi ketika sedang di toilet umum dan di situ ada orang lain;  memamerkan alat vitalmu tentu akan berakibat fatal.
Gitu.
Kalau udah masuk media sosial, kamu nggak sendirian. Maka hati-hati dalam menulis status, teliti sebelum memencet tombol send.
:iyagitu:
[Bersambung]
[Nggak ding]
Agak panjang gak papa yah.
Hmmm. Biar agak dramatis; mari kita bahas dosa-dosa mendasar yang ada di internet. (Bukan. Bukan pornografi. Bukan donlod lagu dan film bajakan. Yang kita bahas berbeda.) Dosa-dosa yang terkait dengan netiket itu antara lain: Flooding, flaming dan trolling.
Flooding. Aktivitas ini hampir sama dengan spamming; yaitu aksi mengirim pesan bernada sama, berulang-ulang. Bedanya; spam dilakukan oleh bot yang memang diprogram untuk mengirim pesan-pesan dalam suatu waktu tertentu secara otomatis. (Contohnya: twit promo yang tau-tau nyamber twitmu ketika menulis keyword tertentu. Atau email yang bilang kalau kamu menang undian sekian juta dollar.) Sementara flooding dilakukan oleh manusia yang belum tahu netiket. Sangat menjengkelkan. Tingkat kejengkelannya di atas level anak kecil yang merengek-rengek minta mainan.
Flaming. Dosa yang kedua ini secara harfiah berarti membakar. Di sini yang dibakar adalah emosi user lain. Flaming dalam kehidupan nyata mungkin sepadan dengan: ngajak perang. Flaming biasanya menyerang personal; dan pasti dilakukan oleh dua orang yang tidak saling mengenal. Jika sama-sama mengenal, apalagi sobatan, nggak mungkin akan terjadi flaming.
Dosa ini menelurkan varian pihak ketiga yang bernama: kompor.
Setelah flaming; muncul dosa dengan level yang lebih buruk: Trolling. Pasukan troll paling banyak ditemukan di bagian komentar suatu video di youtube. Cari saja video yang view-nya ribuan atau jutaan. Lihat komentar yang paling berbeda; nah itu trolling. Contoh video Pewdiepie sedang main game horror dan menjerit-jerit dengan ekspresi yang kocak. Kebanyakan user akan mengomentari dengan celetukan yang kocak juga. Seperti: “LOL. Epic face!” 
Tapi kalau seorang troll; dia akan berkomentar seperti: “What is this shit? This video is so gay. And you guys are dumb.”. Familiar?
Trolling dilakukan untuk mencari perhatian atau merusak suasana. Dan sama seperti troll, dia akan diem dan gak mau tau ucapan-ucapan orang lain.
Nah. Trus, kalau kita ketemu dengan tiga itu, gimana? Diapain, Mas?
Gampang, yang perlu diperhatikan adalah: identitas pelaku. Hampir semua pelaku flooding, flaming dan trolling itu identitasnya tidak jelas. Kenapa? Karena dia merasa aman bersembunyi di balik akun anonim. Karena tidak ada orang yang kenal, dia merasa bebas mau ngapain. Jika kamu bertemu dengan akun semacam itu, biarkan saja. Nggak usah ditanggepin. Jika ada akun dengan nama yang aneh dan tidak ada tanda-tanda yang jelas, cuekin saja. Salah satu nasehat untuk yang bermain di media sosial: “Jangan pernah percaya dan jangan pernah berdebat dengan akun anonim” 
Sekian tentang netiket. Kalau ada respon, komen di bawah ya. Saya akan bales nanti. Ciao.

5 SEBAB KENAPA PERLU CITA-CITA

Cita-Cita adalah impian. Impian untuk menjadi atau mendapatkan sesuatu yang diingini atau diminati.Masih saya ingat dahulu, ketika masih kanak-kanak pelbagai cita-cita yang disebut ketika diajukan soalan oleh cikgu masing-masing.

Ada yang bercita-cita menjadi seperti ibu bapa mereka, ada yang bercita-cita menjadi idola ikutan hati dan tidak kurang juga terikut-ikut watak televisyen terutamanya watak super-hero.

Genggam Cita-Cita | Photo: Google
Tapi itulah impian dikala sedang berada di bangku sekolah rendah. Mungkin ada yang terlalu mengikut dan memang ada yang tidak realistik. Namun setelah dewasa, masihkah kita punyai satu cita-cita yang realistik yang sudah tersedia dalam hati. Atau masih tidak mempunyai atau mengetahui cita-cita sendiri?

Bercita-cita tidak hanya bermaksud kepada kerjaya kita suatu hari kelak. Bercita-cita juga bermaksud mendapatkan sesuatu yang kita idamkan. Tapi, tahukan kita kenapa bercita-cita sebenarnya amat penting dalam kehidupan?

Tahukah cita-cita penting dalam menentukan hala tuju, motivasi diri dan arah hidup? Benar amat sukar untuk mengapai sesuatu, tapi kita boleh lakukannya dengan kuasa bersabar dan mulakan dengan sedikit-sedikit.

Jadi, saya senaraikan 5 sebab kenapa perlu kita punyai cita-cita.

5 sebab kenapa perlu bercita-cita

1. Tumpuan - Dengan bercita-cita ia akan menjadi satu tumpuan atau fokus dalam mendapatkan sesuatu dlm kehidupan. Seperti sebuah perjalanan, tentunya kita punyai tujuan dan lokasi yang telah telah ditetapkan. Hidup tanpa arah seperti kapal layar hilang layar. Hilang arah dan tujuan.

2. Rancangan- Sudah mempunyai fokus dan objektif? tentunya kita akan dapat merangka pelan atau rancangan untuk mencapainya. Sememangnya merancang penting dalam mencapai sesuatu. Tanpa merancang sebenarnya kita merancang untuk gagal.Tanpa merancang kita tidak akan mengetahui apakah risiko yang akan dihadapi yang sememangnya bakal menjadi halangan kelak. Justeru, dalam mengejar cita-cita, sekaligus ianya mendidik dalam membuat satu rancangan atau pelan tindakan.

3. Kekuatan dan Kelemahan Diri - Dengan bercita-cita, kita akan mengetahui kekuatan dan kelemahan sendiri. Mengetahui kekuatan diri,adalah lebih mudah untuk mengekploitasikan kekuatan tersebut untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. Pengetahuan tentang kelemahan diri, membolehkan kita untuk memperbaikinya setiap masa.

4. Sebuah kisah pengembaraan - Sering kita bangga dengan kisah-kisah pengembaraan kita. Memanjat gunung,terjun tebing dan menang sesuatu pertandingan. Namun, dalam mencapai cita-cita, itu juga salah sebuah pengembaraan yang penuh dengan liku dan cabaran. Bukan hanya sengaja untuk menceritakan, namun jadikan ia satu pengajaran yang berguna untuk masa depan kelak. Pengalaman berguna untuk diri sendiri sekaligus untuk orang lain.

5. Peransang - Hidup perlukan ransangan. Dalam apa pun keadaan juga untuk masa hadapan. Dengan tergengam cita-cita dalam tangan, ia akan menjadi sebuah peransang dan motivasi untuk mencapainya. Kita akan mencuba sekuatnya untuk memperoleh apa yang dimahukan bukan? Maka ianya akan mendatangkan satu momentum yang kuat dalam diri untuk terus berusaha dan berusaha.

Saya sendiri mungkin ada juga, pernah berhadapan dengan mereka yang tidak mengetahui apa cita-cita mereka. Mungkin seorang pelajar lepasan SPM, mungkin pelajar universiti dan mungkin juga graduan. Agak menyedihkan, tapi percayalah masih belum terlambat kerana selagi ada masa, selagi itu perjuangan boleh diteruskan.

Nenek Tua Yang Bercita-Cita

Agak keterlaluan jika saya katakan, di Barat usaha dan kejayaan seorang nenek untuk mendapat segulung sijil pelajaran pada umur yang sudah agak lanjut sepertinya sia-sia. Beliau tidak mungkin akan lebih produktif daripada para belia dan agak sukar untuknya mendapat kerja. Tapi kita sering jadikan ianya sebuah cerita kebanggaan dan motivasi bukan. Kenapa?

Kerana beliau mendapat kejayaan dalam mencapai cita-citanya. Dengan kekangan umur yang memungkinkan penurunan daya ingatan, beliau berjaya melepasi kekangan tersebut. Tambahan beliau tidak mengalah dalam mengapai kemahuanya. Selagi masih ada masa, beliau kejar juga impian untuk miliki segulung sijil. Sebuah kisah kejayaan yang membanggakan.

Justeru kita ambil contoh motivasinya, Tanamkan satu cita-cita dalam diri dan usaha untuk mencapainya, lihat macam mana diri kita akan bertindak balas dengan baik dan cuba untuk merancang sesuatu demi mencapainya. Sama ada untuk kerjaya suatu hari kelak atau apa-apa pencapaian atau impian yang ingin kita gapai!

Kiat Sukses Mengelola Butik Wanita



Anda seorang wanita ? Dan berminat untuk berusaha dalam bidang fashion? Atau anda tertarik untuk membuka sebuah Butik Online tapi belum memiliki modal yang besar untuk itu?
Hilangkan kekhawatiran anda itu. Ternyata membuka sebuah butik tidak selalu membutuhkan modal yang besar. Ada banyak juga kisah perjuangan, pengalaman berbagai nara sumber yang kini sukses mengelola Butik Wanitanya, berikut banyak tips untuk memulai usaha butik tersebut.
Memang Baju Butik untuk wanita, pangsa pasarnya jauh lebih luas dari pada butik untuk pria. Karena wanita pada dasarnya lebih mementingkan penampilan. Banyak wanita rela mengeluarkan banyak uang untuk urusan fashion ini, oleh karena itu, usaha bisnis butik akan selalu eksis dan sangat menjanjikan untuk dilakukan.
Memulai usaha bisnis Butik Wanita ternyata bisa menyalurkan hobi. Yah, hobi belanja, hobi jalan-jalan, hobi hang out bersama teman. Coba bayangkan, hobi-hobi kita bisa tersalurkan, tapi ada pemasukan yang bisa kita peroleh. Nikmat bukan?
Ternyata, memulai suatu usaha butik tidak selalu membutuhkan modal yang besar seperti yang diungkap dalam artikel ini. Kita bisa memulai bisnis ini dari menjual produk fashion atau Baju Butik ke kerabat, teman-teman, ibu-ibu arisan, dll, sebelum kita memberanikan diri membuka butik.
Namun, ada banyak hal juga yang harus kita perhatikan, seperti target pasar yang akan dituju, adanya spesialisasi produk Baju Butik Wanita, kita juga harus bisa selalu menjaga hubungan baik dengan pelanggan.

Dalam artikel ini, kita akan mendapat banyak masukan dan tips seputar pengelolaan sebuah butik, dan bagaimana cara mempertahankan bahkan mengembangkan butik anda.
Biaya beriklan sangat besar? Jangan khawatir, ada banyak cara kok yang bisa kita dapatkan dalam artikel ini.
Jadi, apakah anda semakin berminat untuk membuka sebuah butik? Atau tertarik untuk menjual Baju Butik Wanita anda langsung kepada teman-teman dulu, sebelum mendirikan butik anda? Jangan lupa baca dulu artikel yang saya sebutkan di atas. Saya yakin, usaha yang kita lakoni dengan kesungguhan akan berbuah keberhasilan.

Selamat berkarya!

Kasih Ibu Membawa Ke Syurga, Kasih Ayah Sepanjang Masa~

Kasih Ibu Membawa Ke Syurga, Kasih Ayah Sepanjang Masa~

Ikuti suatu kisah yang begitu mengayat hati.. Semoga semua mengambil iktibar... InsyaAllah..

"Mana Mak!"


Jam 6.30 petang.
Mak  berdiri di depan pintu. Wajah Mak kelihatan resah. Mak tunggu adik bongsu balik dari sekolah agama.
Ayah baru balik dari sawah.
Ayah tanya Mak, “Along mana?’
Mak jawab, “ Ada  di dapur tolong siapkan makan.”
Ayah tanya Mak lagi,” Angah mana?”
Mak jawab, “Angah mandi, baru balik main bola.”
Ayah tanya Mak, “Ateh mana?”
Mak jawab, “Ateh, Kak Cik tengok tv dengan Alang di dalam?”
Ayah tanya lagi, “Adik dah balik?”
Mak jawab, “Belum. Patutnya dah balik. Basikal adik rosak kot. Kejap lagi kalau tak balik juga jom kita pergi cari Adik.”
Mak jawab soalan ayah penuh yakin. Tiap-tiap hari ayah tanya soalan yang sama. Mak jawab penuh perhatian. Mak ambil berat di mana anak-anak Mak dan bagaimana keadaan anak-anak Mak setiap masa dan setiap ketika.
Dua puluh tahun kemudian,

Jam 6.30 petang

Ayah balik ke rumah. Baju ayah  basah. Hujan turun sejak tengahari.

Ayah tanya Along, “Mana Mak?”

Along sedang membelek-belek baju barunya.  Along jawab, “Tak tahu.”

Ayah tanya Angah, “Mana Mak?”

Angah  menonton tv.  Angah jawab, “Mana Angah tahu.”
Ayah tanya Ateh, “Mana Mak?”

Ayah menunggu lama jawapan dari Ateh  yang  asyik membaca majalah.


Ayah tanya Ateh lagi, "Mana Mak?"

Ateh  menjawab, “Entah.”


Ateh terus membaca majalah tanpa menoleh kepada Ayah.

Ayah tanya Alang, “Mana Mak?”
Alang tidak jawab. Alang hanya mengoncang bahu tanda tidak tahu.

Ayah tidak mahu tanya Kak Cik dan Adik yang sedang melayan facebook. Ayah tahu yang Ayah tidak akan dapat jawapan yang ayah  mahu.


Tidak ada siapa tahu di mana Mak. Tidak ada siapa merasa ingin tahu di mana Mak. Mata dan hati anak-anak Mak tidak pada Mak. Hanya mata dan hati Ayah yang mencari-cari di mana Mak.

Tidak ada anak-anak Mak yang tahu setiap kali ayah  bertanya, "Mana Mak?"

Tiba-tiba adik bungsu bersuara, “Mak ni dah senja-senja pun merayap lagi. Tak reti nak balik!!”
Tersentap hati Ayah mendengar  kata-kata Adik.

Dulu anak-anak Mak akan berlari mendakap Mak apabila balik dari sekolah. Mereka akan tanya "Mana Mak?" apabila Mak tidak menunggu mereka di depan pintu.

Mereka akan tanya, "Mana Mak." Apabila dapat nomor 1 atau kaki melecet main bola di padang  sekolah.  Mak  resah apabila anak-anak Mak lambat balik. Mak  mahu tahu di mana semua anak-anaknya berada setiap waktu dan setiap ketika.

Sekarang anak-anak sudah besar. Sudah lama anak-anak Mak tidak bertanya 'Mana Mak?"


Semakin anak-anak  Mak besar, soalan "Mana Mak?" semakin hilang dari bibir anak-anak Mak .
Ayah berdiri di depan pintu menunggu Mak. Ayah resah menunggu Mak kerana sudah senja sebegini Mak masih belum balik. Ayah risau kerana sejak akhir-akhir ini Mak selalu mengadu sakit lutut.

Dari jauh kelihatan sosok Mak berjalan  memakai payung yang sudah uzur. Besi-besi payung tercacak keluar dari kainnya. Hujan masih belum berhenti. Mak menjinjit dua bungkusan plastik. Sudah kebiasaan  bagi Mak, Mak akan bawa sesuatu untuk anak-anak Mak apabila pulang dari berjalan. 

Sampai di halaman rumah Mak berhenti di depan deretan kereta anak-anak Mak. Mak buangkan daun-daun yang mengotori kereta anak-anak Mak. Mak usap bahagian depan kereta Ateh perlahan-lahan. Mak rasakan seperti mengusap kepala Ateh waktu Ateh kecil. Mak senyum. Kedua bibir Mak diketap repat. Senyum tertahan, hanya Ayah yang faham. Sekarang Mak tidak dapat lagi merasa mengusap kepala anak-anak seperti masa anak-anak Mak kecil dulu. Mereka sudah besar. Mak takut anak Mak akan menepis tangan Mak kalau Mak  lakukannya.


Lima buah kereta milik anak-anak Mak berdiri megah. Kereta Ateh paling gah. Mak tidak tahu pun apa kehebatan kereta Ateh itu. Mak cuma suka warnanya. Kereta warna merah bata, warna kesukaan Mak. Mak belum merasa naik kereta anak Mak yang ini.
Baju mak basah kena hujan. Ayah tutupkan payung mak. Mak bagi salam. Salam Mak tidak berjawab. Terketar-ketar lutut Mak melangkah anak tangga. Ayah pimpin Mak masuk ke rumah. Lutut Mak sakit lagi.

Mak letakkan  bungkusan di atas meja. Sebungkus rebung dan sebungkus  kueh koci pemberian Mak Uda untuk anak-anak Mak. Mak Uda tahu anak-anak Mak suka makan kueh koci dan Mak malu untuk meminta untuk bawa balik. Namun raut wajah Mak sudah cukup membuat Mak Uda  faham.

Semasa menerima bungkusan kueh koci dari Mak Uda tadi, Mak  sempat berkata kepada Mak Uda, "Wah berebutlah budak-budak tu nanti nampak kueh koci kamu ni."  

Sekurang-kurangnya itulah bayangan Mak. Mak bayangkan anak-anak Mak sedang gembira menikmati kueh koci sebagimana masa anak-anak Mak kecil dulu. Mereka berebut dan Mak jadi hakim pembuat keputusan muktamat. Sering kali Mak akan beri bahagian Mak supaya anak-anak Mak puas makan. Bayangan itu sering singgah di kepala Mak.

Ayah suruh Mak tukar baju yang basah itu. Mak akur.

Selepas Mak tukar baju, Ayah iring Mak ke dapur.  Mak ajak anak-anak Mak makan kueh koci. Tidak seorang pun yang menoleh kepada Mak. Mata dan hati anak-anak Mak sudah bukan pada Mak lagi.

Mak hanya tunduk, akur dengan keadaan.

Ayah tahu Mak sudah tidak boleh mengharapkan anak-anak melompat-lompat gembira  dan  berlari mendakapnya seperti dulu.


Ayah temankan Mak makan. Mak menyuap nasi perlahan-lahan, masih mengharapkan anak-anak Mak akan makan bersama. Setiap hari Mak berharap begitu. Hanya Ayah yang duduk bersama Mak di meja makan  setiap malam.

Ayah tahu Mak penat sebab berjalan jauh. Siang tadi Mak pergi ke rumah Mak Uda di kampung seberang untuk mencari rebung. Mak hendak  masak rebung masak lemak cili api dengan ikan masin kesukaan anak-anak Mak.
Ayah tanya Mak kenapa Mak tidak telepon suruh anak-anak jemput. Mak jawab, "Saya dah suruh Uda telepon budak-budak ni tadi. Tapi Uda kata semua tak  berangkat."

Mak  minta Mak Uda telepon anak-anak yang Mak tidak boleh berjalan  balik sebab hujan. Lutut Mak akan sakit kalau sejuk. Ada sedikit harapan di hati Mak agar salah seorang anak Mak akan menjemput Mak dengan kereta.  Mak teringin kalau Ateh yang datang menjemput Mak dengan kereta barunya. Tidak ada siapa yang datang jemput Mak.


Mak tahu anak-anak mak tidak sedar telepon berbunyi. Mak  ingat kata-kata ayah , “Kita tak usah susahkan anak-anak. Selagi kita mampu kita buat saja sendiri apa-apa pun.  Mereka ada kehidupan masing-masing. Tak p ayah  sedih-sedih. Maafkan sajalah anak-anak kita. Tak apalah kalau tak merasa  menaiki kereta mereka sekarang. Nanti kalau kita mati kita masih ada peluang  merasa anak-anak   mengangkat kita kat bahu mereka.”
Mak faham buah hati Mak semua sudah besar. Along dan Angah sudah beristeri. Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik masing-masing sudah punya buah hati sendiri yang sudah mengambil tempat Mak di hati anak-anak Mak.

Pada suapan terakhir, setitik air mata Mak jatuh ke pinggan.


Kueh koci masih belum diusik oleh anak-anak Mak.

Beberapa tahun kemudian

Mak Uda tanya  Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik, “Mana mak?”.

Hanya Adik yang jawab, “Mak dah tak ada.”
Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik tidak sempat melihat Mak waktu Mak sakit.

Kini Mak sudah berada di sisi Tuhannya bukan di sisi anak-anak Mak lagi.


Dalam isakan tangis, Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik menerpa kubur Mak.  Hanya batu nisan yang berdiri terpacak. Batu nisan Mak tidak boleh bersuara. Batu nisan tidak ada tangan macam tangan Mak yang selalu memeluk erat anak-anaknya apabila anak-anak datang menerpa  Mak semasa anak-anak Mak kecil dulu.
Mak pergi semasa Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik berada jauh di bandar. Kata Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik mereka tidak dengar handphone berbunyi semasa ayah  telepon untuk beritahu mak sakit tenat.


Mak faham, mata dan telinga anak-anak Mak adalah untuk orang lain bukan untuk Mak.

Hati anak-anak Mak bukan milik Mak lagi. Hanya hati Mak yang tidak pernah diberikan kepada sesiapa, hanya untuk anak-anak Mak..

Mak tidak sempat merasa diangkat di atas bahu anak-anak Mak. Hanya bahu ayah yang sempat mengangkat jenazah Mak dalam hujan renyai.

Ayah sedih sebab tiada lagi suara Mak yang akan menjawab soalan Ayah,

"Mana Along?" , "Mana Angah?", "Mana Ateh?", "Mana Alang?", "Mana Kak Cik?" atau "Mana Adik?".  Hanya Mak saja yang rajin menjawab soalan ayah  itu dan jawapan Mak memang tidak pernah silap. Mak sentiasa yakin dengan jawapannya sebab mak ambil tahu di mana anak-anaknya berada pada setiap waktu dan setiap ketika. Anak-anak Mak sentiasa di hati Mak tetapi hati anak-anak Mak ada orang lain yang mengisinya.
Ayah sedih. Di tepi kubur Mak, Ayah bermonolog sendiri, "Mulai hari ini  tidak perlu bertanya lagi kepada Along, Angah, Ateh, Alang, Kak Cik dan Adik , "Mana mak?" "

Kereta merah Ateh bergerak perlahan membawa Ayah pulang. Along, Angah, Alang dan Adik mengikut dari belakang. Hati ayah  hancur teringat hajat Mak untuk naik kereta merah Ateh tidak kesampaian. Ayah terbayang kata-kata Mak malam itu, "Cantiknya kereta Ateh, kan Bang? Besok-besok Ateh bawalah kita jalan-jalan kat Kuala  Lumpur tu. Saya akan buat kueh koci buat bekal."

"Ayah, ayah ....bangun." Suara Ateh memanggil ayah . Ayah pengsan sewaktu turun dari kereta Ateh..

Terketar-ketar ayah bersuara, "Mana Mak?"   

Ayah  tidak mampu berhenti menanya soalan itu. Sudah 10 tahun Mak pergi namun soalan "Mana Mak?"  masih sering keluar dari mulut Ayah sehingga ke akhir usia.

Sebuah cerita pendek buat tatapan anak-anak yang kadang-kadang lupa perasaan ibu. Kata orang hidup seorang ibu waktu muda dilambung resah, apabila tua dilambung rasa. KataRasulullah saw. ibu 3 kali lebih utama dari ayah . Bayangkanlah berapa kali ibu lebih utama dari isteri, pekerjaan dan anak-anak sebenarnya. Solat sunat pun Allah suruh berhenti apabila ibu memanggil. Berapa kerapkah kita membiarkan deringan telefon panggilan dari ibu tanpa berjawab?

pengorbanan seorang ayah

Ada seorang bapa datang ke kedai, melihat-lihat seperti pelanggan lain. Aku menerjahnya, "Pakcik, laptop..." - dia tersenyum dan masih melihat-lihat laptop yang ada di kedai. Aku menyambung lagi, "Nak beli untuk anak ke?", "Ya, nak beli untuk anak - dia nak sambung belajar - laptop yang mana yang ok?". Aku mempromosi barang seperti biasa - aku biasanya mengsyorkan yang paling murah. "Kalau nak yang bagus mahal pakcik - tapi kalau setakat nak buat belajar yang nie lah, Samsung - seribu seratus lebih je...". Dalam aku bercakap dengan dia, dia banyak diam dan seperti berfikir. Sedikit lama dia terdiam, dia membuka mulut "Nanti saya datang balik ya, duit tak berapa nak ada lagi ni..." - pergi dengan suatu perasaan yang lain.



Aku dengan rutinku berkerja setiap hujung minggu sahaja, kebetulan - aku duduk di kaunter menunggu pelanggan - dia datang semula ke kedai, tapi dengan anaknya - perempuan. "Yang mana ya yang haritu, ada lagi tak?", "Yang nie Samsung haritu, tapi yang nie stok baru - harga sama je", aku menyambut soalan nya. Dia bertanya kepada anaknya, "Yang nie ok ke dik?" - "Ermmm, ok ke nie murah je - karang rosak karang susah..." jawabnya dengan muka yang kurang puas hati - anaknya seperti menginginkan yang lain yang lebih mahal. "Yang acer nie x boleh ke ayah?", ayahnya terdiam seketika dan menyambut dengan negosiasi, "Yang acer nie berapa boleh murah lagi?" - "Yang tu tak dapat dah pakcik,... Dah harga kos dah tu..." aku dengan rasa geram namun masih dalam nada yang baik menyambung lagi, "Dik, nak laptop untuk belajar kan... Rasanya kalau untuk belajar - yang nie lebih dari cukup - rosak tak payah pikir sangat - warenti setahun.". Aku mengeluarkan kata-kata tersebut atas dasar aku seperti mengerti kerut wajah bapanya.



"Oklah, yang ini." jawab anaknya. Sedang aku menulis resit dan membungkus laptop dari meja 'display' - aku terpandang bapanya yang mengira duit untuk membayar - aku nampak dompetnya kosong - habis semua duit digunakan untuk membayar laptop. Dia menyerahkan duit kepadaku dan aku mengiranya semula - dia melihat tanganku yang mengira. Habis aku mengira - wang aku masukkan dalam cash drawer, "Cukup duit tadi dik?" - "Cukup, Terima Kasih ya...". Dia dan anaknya meninggalkan kedai. Aku hanya menahan airmata mengira duit yang diberikan - RM1, RM5, RM10 dan hanya sekeping RM50. Aku membayangkan dari mana si ayah mencari duit untuk membeli sebuah laptop untuk anaknya - penuh harapan.



Aku geram kepada anaknya - seperti dia tidak tahu ayahnya bagaimana - hanya tahu minta. Aku tahu ayahnya tiada duit, dia dah sebut awal-awal pada aku, aku nampak airmukanya, aku perhati sekeping-sekeping duit yang diserahkan. Aku tahu dia tiada duit pulang ke rumah dan perlu 'mengais' untuk hari esoknya.



Ya Allah, ampunilah segala dosaku, dan (dosa) kedua ibubapaku, dan rahmatilah keduanya sepertimana mereka mendidikku pada waktu kecil..

Jumat, 21 Juni 2013

gaya hidup orang jepang




PROLOG
Kalian pasti tahu dong Jepang merupakan Negara yang di juluki Negara matahari dan Negara bunga sakura, mengapa demikian? Karena di Negara jepang mayoritas beragama Shinto yang menyembah matahari sehingga disebut Negara Matahari, sedangkan julukan Negara Bunga Sakura di berikan karena banyak bunga sakura yang tumbuh si tanah jepang, bahkan untuk menyambut musim semi sakura orang jepang mempunyai suatu tradisi, yaitu biasa disebut dengan perayaan hanami (perayaan melihat mekarnya bunga) sebagai simbol kebahagiaan karena datangnya musim semi, dimana di saat itu bunga sakura mekar dengan cantiknya. Di setiap budayanya mempunyai arti tersendiri. Dari zaman jomon sampai zaman hesei sekarang, orang jepang mampu melestarikan kebudayaannya sendiri. Soalnya masyarakat jepang mencintai kebudayaannya sendiri dan ingin menjaganya. Orang jepang mau memakai pakaian seberat dan setebal kimono untuk sekedar menghadiri upacara resepsi pernikahan, sekarang kita tau bagaimana cintanya warga jepang pada kebudayaannya sendiri. Adakalanya kita perlu mengetahui seperti apa kebudayaan jepang itu, mungkin dengan mengetahui beberapa kebudayaan jepang kita bisa sedikit meniru cara melestarikan kebudayaannya, mungkin bisa saja kebudayaan kita tetap terjaga dan tetap dilakukan seperti kebudayaan jepang,
Salah satu gaya hidup yang membuat saya berdecak kagum adalah gaya hidup Jepang. Kalau kita bandingkan gaya hidup orang Indonesia dan gaya hidup orang Jepang, wahhh…, sungguh teramat jauh sekali perbedaannya. Bagaimana gaya hidup orang Indonesia ? Secara kasat mata, rasanya tidak perlu dijelaskan lagi. Tetapi yang jelas dan yang tidak pernah berubah adalah, terlalu santai dan membiarkan banyak waktu terbuang sia-sia. Tergantung bagaimana Anda menyikapinya saja. Selama Anda menikmatinya yah… kenapa tidak !?
Berbanding terbalik ketika kita melihat gaya hidup Jepang. Dimana waktu begitu sangat berharga bagi orang Jepang. Bisa dibilang kalau hidup di Jepang, laksana seperti robot saja. Lho koq…!? Iya, maksudnya adalah karena orang Jepang sangat menghargai waktu, sehingga selalunya diisi untuk hal-hal yang bermanfaat. Khususnya bagi para pekerja di sana. Lapangan pekerjaan yang begitu luas, menuntut orang Jepang berlomba-lomba untuk bekerja dan bekerja. Telah tertanam di dalam benak mereka bagaimana pentingnya mencari uang dari sejak dini. Karena hanya dengan uang mereka bisa mendapatkan kesenangan mereka.
Satu hal yang paling unik adalah bagaimana mereka memanfaatkan waktu di sela-sela hari kerja mereka. Biasanya pada malam hari adalah malam yang tepat buat mereka menghabiskan waktu dengan bersenang-senang. Misalnya saja mabuk-mabukan. Tapi hebatnya, keesokan harinya, dengan semangat ke – Jepang – an, mereka tetap melaksanakan kewajiban mereka untuk bekerja. Karena tiap perusahaan di sana memiliki peraturan yang sangat disiplin. Malah pimpinan perusahaan biasanya datang lebih awal daripada pekerjanya. Bagaimana dengan di sini yah…?? hehehe…
Tadi dikatakan bahwa telah tertanam di dalam benak mereka bagaimana pentingnya mencari uang sejak dini, bukan? Orang Jepang itu terkenal juga dengan hematnya menyimpan uang. Para orang tua di Jepang, sangat tidak memanjakan anak-anaknya dengan uang dan segala fasilitas nyaman lainnya. Dan anak-anak Jepang tidak kehabisan akal bagaimana caranya mendapatkan uang. Jadi untuk menyiasatinya yah dengan bekerja part time yang biasanya mereka lakukan di supermarket atau di restoran. Wehh…, luar biasa sekali yah…
Negara Jepang adalah salah satu negara maju di seluruh dunia. Lalu apakah tidak ada orang miskin atau pengemis di Jepang ? Hmmm…, tetap ada. Mereka-mereka itu adalah orang-orang yang malas bekerja atau orang-orang stress akibat korupsi dan segala macamnya. Tidak sedikit juga jumlahnya para koruptor yang mengambil jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya. Karena orang Jepang paling tidak bisa menahan rasa malu akibat ulah buruknya. Mereka tidak suka berhutang uang dan tidak pula suka berhutang budi atas kebaikan orang lain. Secepatnya akan mereka balas kebaikan seseorang dengan kebaikan juga, bisa berbentuk bingkisan dan lain sebagainya kecuali uang.
Bila di Indonesia terbiasa dengan pergaulan saling traktir sesama teman atau sama pacar, di Jepang beda lagi. Mereka terbiasa dengan gaya pergaulan BMM alias bayar masing-masing.
Sebenarnya masih banyak lagi lho hal-hal yang membedakan gaya hidup Jepang dengan gaya hidup kita sehari-hari. Tapi kita khawatir, ntar bacanya malah jadi pegel dan kunang-kunang. Intinya orang Jepang itu tidak suka punya hutang, tidak suka ngobrol di saat jam kerja, bebas berekspresi dalam berbusana dan pergaulan, juga sama sekali tidak bergaya hidup konsumtif.
Menarik ya...ternyata di negara manapun bahkan untuk hal-hal kecil pun memang ada manner nya masing-masing. Di Indonesia pastilah ada juga, yang jelas...dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Ya gak?? :)

UNIK ALA JEPANG!
Minna san genki desu ka??
Kita lagi seneng nyeritain tentang etika keseharian orang Jepang yang membuat kita selalu tertarik untuk menelusurinya lebih lanjut . (entah apa maksudnyaa)
Sebenarnya sih karena kita suka aja untuk tahu mengenai kebiasaan ini makanya mau sharing juga ma teman2 lain…tapi lumayan juga kan jadi nambah ilmu. Siapa tahu kedepannya kita dihadapkan pada situasi ini ^_^

Berikut ini beberapa fakta unik dan menarik mengenai budaya orang Jepang yang mungkin kamu belum ketahui.
1.     Di Jepang, angka “4″ dan “9″ tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomor kamar “4″ dan “9″. “4″ dibaca “shi” yang sama bunyinya dengan yang berarti “mati”, sedang “9″ dibaca “ku”, yang sama bunyinya dengan yang berarti “kurushii/sengsara.
2.     Orang Jepang menyukai angka “8″. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8″. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800).
3.     Kalau musim panas, drama di TV seringkali menampilkan hal-hal yang seram (hantu).
4.     Cara baca tulisan Jepang ada dua style : yang sama dengan buku berhuruf Roman alphabet huruf dibaca dari atas ke bawah, dan yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri. Sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di “bagian belakang”).
5.    Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai hanko/inkan/stempel. Jenis hanko di Jepang ada beberapa, a.l. jitsu-in, ginko-in, dan mitome-in. Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan. Jitsu-in adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, untuk jadi guarantor, dsb. jenis ini diregisterkan ke shiyakusho. Ginko-in adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. inkan ini diregisterkan ke bank. Mitome-in dipakai untuk keperluan sehari-hari, dan tidak diregisterkan.
6.     Kalau kita membubuhkan tanda tangan, kadang akan ditanya orang Jepang: ini bacanya bagaimana? Kalau di Jepang saat diperlukan tanda tangan (misalnya di paspor, dsb.) umumnya menuliskan nama mereka dalam huruf Kanji, sehingga bisa terbaca dengan jelas. Sedangkan kita biasanya membuat singkatan atau coretan sedemikian hingga tidak bisa ditiru/dibaca oleh orang lain.
7.     Acara TV di Jepang didominasi oleh masak memasak.
8.     Fotocopy di Jepang self-service, sedangkan di Indonesia di-service.
9.     Jika naik taxi di Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir. Penumpang dilarang membuka dan menutupnya sendiri.
10.  Pernah nggak melihat cara orang Jepang menghitung “satu”, “dua”, “tiga”…. dengan jari tangannya? Kalau kalian perhatikan, ada perbedaan dengan kebiasaan orang Indonesia. Orang Indonesia umumnya mulai dari tangan dikepal dan saat menghitung “satu”, jari telunjuk ditegakkan. Menghitung “dua”, jari tengah ditegakkan, dst. Kalau orang Jepang, kebalikannya. Mereka selalu mulai dari telapak tangan terbuka, dan cara menghitungnya kebalikan orang Indonesia. Saat bilang “satu”, maka jarinya akan ditekuk/ditutupkan ke telapak tangan.
11.   Sepeda tidak boleh dipakai boncengan, kecuali yang memboncengkannya berusia lebih dari 16 tahun dan anak yang diboncengkan berusia kurang dari 1 tahun dan hanya seorang saja yang diboncengkan. Bila dilanggar, dendanya maksimal 20 ribu yen. (setara dengan Rp 2.172.494,70)
12.  Kalo naik eskalator di Tokyo, kita harus berdiri di sebelah kiri, karena sebelah kanan adalah untuk orang yang terburu-buru. Jangan sekali-kali berdiri di kanan kalo kita tidak langsung naik.
13. Pacaran di Jepang sungguh hemat, traktir-traktiran bukan budaya pacaran Jepang. Jadi selama belum jadi suami-istri, siapkan duit buat bayar sendiri-sendiri.
14. Antar jemput pacar juga bukan budaya orang Jepang. Kalau mau ketemuan, ya ketemuan di stasiun.
15. Jangan pernah sekali-kali bilang ke orang jepang : “Gue maen ke rumah lu ya”. Karena itu dianggap nggak sopan. Ke rumahnya cuma kalau udah diijinkan.
16. “Aishiteru” yang berarti aku cinta kamu, jarang dipakai sama orang pacaran, kecuali kalau mereka benar-benar sudah mau nikah. Biasanya mereka pakai “Daisuki desu” buat ngungkapin kalau mereka sayang sama pacarnya.
17.  Sebelum bepergian, biasanya orang Jepang selalu mengecek ramalan cuaca. Dan 90% ramalan cuaca itu akurat. Itu sebabnya kalau ada orang bawa payung, pasti kita bakal lihat orang yang lainnya lagi bawa payung juga. Dan perempatan Shibuya adalah tempat yang paling menarik ketika hujan, karena dari atas kita akan melihat lautan payung yang berwarna-warni.
18.  Bunga sakura adalah bunga yang spesial di Jepang, karena bunganya hanya tumbuh 2 minggu selama setahun. Ketika tumbuh, bunganya memenuhi seluruh pohon, tanpa daun. Setelah 2 minggu, tidak ada satupun bunga sakura, yang ada hanyalah daun-daun hijau, tanpa bunga, dan jadi tidak menarik lagi.
19. Di Indonesia, kita bakal dapet duit kalo kita menjual barang bekas kita ke toko jual-beli. Tapi di Jepang, kita malah harus bayar kalau mau menaruh barang kita di toko jual-beli. Itulah sebabnya kenapa orang Jepang lebih memilih meninggalkan TV bekas mereka begitu aja kalau mau pindah apartemen.
20. Di perempatan jalan Kyoto, perempatan jalan yang kecil, tidak ada mobil sama sekali, tapi ada lampu merah, pejalan kaki selalu berhenti ketika lampu tanda pejalan kaki menunjukkan warna merah. Mereka santai aja, baca koran, ngobrol, merokok, dan kemudian jalan lagi ketika lampu sudah hijau. Padahal tidak ada mobil yang lewat satupun. Mungkin kalau mereka melanggar peraturan juga tidak akan celaka.
21.  Mereka tidak percaya Tuhan (mayoritas atheis), tapi mereka bisa disiplin dan taat sama peraturan. Mungkin karena itu negara mereka maju.
22.Jepang adalah negara paling porno ke 2 setelah Amerika Serikat.
23.Kebanyakan remaja 12 tahun Jepang sudah pernah menonton JAV (Japan Adult Video) lebih dari 10 kali dalam sebulan.
Nah, itu tadi 23 keunikan gaya hidup orang Jepang , menarik kan ?
Kalau kita pikir Jepang hanya unik karena harajuku style dan musik J-pop-nya, berarti kita sudah salah besar. Karena masih sangat banyak keunikan ala Jepang yang nggak kalah seru!
  • Ikat kepala kerja keras

Ketika si Nobita di serial Doraemon sedang berusaha mengerjakan tugas yang sulit ia kerap memakai kain putih yang diikat di kepala. Begitu pula dengan karakter jepang lain yang kerap memakai ikat kepala serupa saat belajar atau bekerja keras. Ikat/ scarf pada kepala tersebut disebut hachimaki, dan dipakai sebagai perlambang kegigihan dalam berusaha. Konon, pejuang jepang di zaman dahulu gemar memakai ikat kepala ini.

Kebiasaan mengenakan hachimaki sebagai penyemangat kayaknya dipandang cukup efektif bagi orang Jepang. Makanya si pemakai nggak hanya pelajar atau pekerja saja, tapi sampai penonton pertandingan, peserta kompetisi bahkan ibu-ibu yang akan melahirkan. Wow! Oya, saking terkenalnya, hachimaki sekarang dijual sebagai souvenir dan dilengkapi dengan slogan penyemangat. Mau pesan?


Vending Machine: serba ada & dimana-mana!

Di Indonesia, walaupun nggak banyak, kita bisa menemukan vending machine alias mesin penjual otomatis. Yang dijual pasti nggak jauh dari variasi minuman kaleng serta botol. Mesin ini biasanya ada di tempat tertentu seperti rumah sakit atau gedung, dan jumlahnya kalah jauh dengan penjual yang lebih tradisional seperti warung. Namun, lain halnya dengan di Negara Jepang. Di sana vending machine sangat menjamur bahkan jumlahnya mencapai lebih dari  5 juta mesin. Itu artinya, untuk tiap 23 orang terdapat 1 vending machine.

Fenomena ini didorong oleh banyak hal, sebut saja kecenderungan orang Jepang yang  praktis serta tingkat kriminalitas rendah sehingga nggak ada yang “iseng” merusak mesin tersebut. Mereka juga berinovasi dengan alat yang bagi kita kita mengkin hanya sekedar mesin minuman kaleng. Selain desain kreatif dan teknologi tinggi, mesin yang hampir selalu ditemui di sudut jalan Jepang ini juga sangat unik. Soalnya mesin tersebut hampir bisa mengeluarkan berbagai kebutuhan, seperti vending machine yang menjual makanan siap saji, pakaian dalam, sampai iPod. Belanja instan!

Rutinitas sehari-hari yang padat seringkali membuat kita melupakan pentingnya kesehatan. Pola makan dan istirahat pun menjadi tidak teratur, yang membuat daya tahan tubuh menjadi tidak stabil, sehingga sangat rentan terhadap perubahan cuaca.
Info dari seorang teman yang mendalami budaya Jepang, ternyata hidup sehat ala orang Jepang itu sederhana sekali. Jauh lebih sederhana dibanding kita harus jatuh sakit winking. Berikut ulasannya :
  1. Membiasakan minum satu gelas air putih segar setelah bangun pagi – Dengan minum air putih segar setelah bangun pagi, akan mempermudah kerja usus dan lambung sehingga mempermudah buang air besar pada pagi hari.
  2. Membiasakan makan sambil medengarkan musik – Makan sambil mendengarkan musik yang disukai akan membuat perasaan kita nyaman. Ketika kita makan dalam perasaan nyaman, maka getah lambung akan banyak yang keluar. Getah lambung berfungsi membantu proses pencernaan sekaligus berfungsi untuk memusnahkan kuman yang bercampur pada makanan.
  3. Sering-seringlah tertawa – Karena dengan tertawa akan membantu tubuh untuk menangkal penyakit. Selain itu dengan tertawa akan membuat perasaan kita menjadi senang.
  4. Sering-seringlah berjalan kaki – Berjalan kaki baik untuk kesehatan karena berjalan kaki merupakan salah satu olahraga ringan yang baik untuk kesehata tulang, jantung dan paru-paru.
  5. Memijat telapak kaki sebelum tidur di malam hari – Aktivitas keseharian yang padat akan membuat tubuh menjadi lelah. Tentunya tidur di malam hari akan sangat membantu memulihkan kondisi tubuh yang lelah beraktifitas. Dan pijatan pada telapak kaki selama 5 menit sebelum tidur akan sangat membantu mendapatkan tidur yang nyenyak di malam hari.
Mungkin intinya hidup `disiplin`..... tapi coba sedikit kita jabarkan, bagaimana hidup sehat ala Jepang lainnya?.... Ini dia cara mereka hidup sehat Check It Out! 

1. Ikut salah satu seni bela diri
Di Jepang, anak-anak di Jepang diwajibkan mengikuti seni bela diri sebagai bagian dari kurikulum sekolah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran fisik, disiplin yang dapat menumbuhkan kesehatan mental dan spritual. Mungkin intinya kita harus rutin melakukan olahraga ya.


2. Tidur di atas futon
Bagi kita yang bukan orang Jepang, tidur diatas futon mungkin kebiasaan yang sulit, tetapi bagi masyarakat Jepang futon memiliki beberapa keuntungan. Tidak seperti kasur yang empuk, futon tidak memberikan tulang sendi menjadi lentur dan tertopang. Jika tulang sendi tertopang terlalu sering, mereka akan menjadi terlalu renggang selama tidur dan berpengaruh pada sakit pinggang...... mungkin intinya kita harus pandai memilih tempat tidur yang baik menurut kesehatan ya, tidak mesti futon, sepertinya banyak juga pilihannya. Sering nonton doraemon kan ? lihat deh, Nobita yang tidur diatas futon....

                             
3. Makan rumput laut
Rumput laut adalah sejenis alga laut yang tumbuh diatas permukaan laut. Rumput mengandung lebih banyak mineral dibanding sumber-sumber lain. Hal ini karena rumput laut mengandung berbagai macam elemen penting seperti kalsium, magnesium. Fosfor, besi, dan potassium. Mungkin tidak mesti rumput laut.... kalau di Indonesia pilihannya malah lebih banyak ya....... bisa dibaca lebih lengkap tentang rumput laut di berita iptek.
4. Makan sushi
Para ahli percaya sushi yang terdiri dari nasi dan ikan mentah menjadi satu alasan kenapa orang jepang diantara orang paling sehat di dunia. Rata-rata dalam ikan mentah, sayuran dan nasi mengandung hanya 30 persen lemak, bagian terbesarnya adalah asam lemak omega-3.... jadi ayooo kita banyak makan ikan http://images.multiply.com/common/smiles/thumbs_up.png
5. Minum teh hijau
Teh hijau adalah minuman favorit diantara orang jepang dan telah lebih dari beberapa dekade lalu, ada banyak bukti ilmiah tentang keuntungan teh hijau. Menurut penelitian teh hijau diyakini dapat menurunkan resiko radang perut, melindungi serangan jantung, menunda perkembangan kanker, penyakit liver dan mencegah obesitas....


6. Belajar atau mencoba Reiki
Reiki (dibaca ray-key) artinya energi universal atau spiritual yang mengarahkan dorongan hidup sebagai suatu seni penyembuhan, asli berasal dari Jepang yang dimulai dari abad 20... di Indonesia reiki ini sudah banyak juga digunakan....
7. Sedikit makan gula
Orang jepang tidak terlalu suka dengan gula, mereka sedikit sekali makan gula.... ini tentunya sangat baik buat kesehatan, karena kelebihan gula akan memicu banyak penyakit, seperti yang paling banyak di alami oleh masyarakat Indonesia, yaitu diabetes..

8. Disiplin dengan kebiasaan
Orang jepang sangat disiplin dalam hal mengatur jadwal hidupnya, mulai dari membersihkan gigi, jadwal makan, jadwal main, dll....
Selain beberapa poin diatas, pola makan, olahraga dan istirahat sudah tentu menjadi faktor utama agar kondisi tubuh selalu dalam keadaan sehat. Dan pesan Guru olahraga dulu… hee heeLebih Baik Mencegah Daripada Mengobati happy
Mari hidup sehat…. happy


Gaya Hidup Ala Perempuan Jepang!
Ingin panjang umur? Tirulah gaya hidup perempuan Jepang. Selama 25 tahun berturut-turut harapan hidup perempuan Jepang yang tertinggi di dunia, tepatnya pada usia 86.44.

Jepang sudah membuat lompatan besar dalam pengobatan kanker, stroke, dan penyakit jantung, tetapi umur panjang mereka sebagian besar berhubungan dengan pola makan, obesitas yang rendah,dan kemampuan mengendalikan stres.


Berikut ini gaya hidup sehat perempuan Jepang yang bisa kita curi ilmunya, hihihihi.....

  • Makan rumput laut

Sebenarnya merupakan multivitamin, yang megandung kalium, kalsium, magnesium, zar besi, yodium, vitamin C, serat beta-karoten, dan lain-lain. Pola makan mereka sebagian besar terdiri dari makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti buah, sayuran, dan kedelai.

  • Makan ikan

Orang Jepang menyukai tuna, mackerel dan salmon, yang mengandung asam lemak omega-3 tingkat tinggi. Penelitian menunjukkan omega-3 bisa mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker payudara.

  • Minum teh hijau

Minuman yang satu ini bukan hanya bikin segar dan menenangkan, tapi juga banyak manfaatnya bagi kesehatan. Berdasarkan penelitian baru-baru ini, mereka yang mengonsumsi enam cangkir teh setiap hari memiliki 36 persen risiko terkena penyakit jantung lebih rendah dibandingkan mereka yang minum kurang dari itu. Teh hijau sarat antioksidan, yang mengurangi pengaruh kanker pada tulang yang mengakibatkan osteoporosis.
  • Makan lebih lambat
Orang Jepang diajari untuk menikmati setiap gigitan makanan mereka (makan menggunakan sumpit juga membantu memperlambat kecepatan). Alasannya makan lebih lambat adalah kunci karena otak membutuhkan waktu selama 20 menit untuk merasa kenyang. Jadi, bila anda memanfaatkan waktu anda, anda mungkin makan sampai puas daripada sampai anda kenyang.

  • Gunakan piring kecil
Saat anda menggunakan piring atau mangkuk kecil daripada menggunakan piring besar, anda lebih mudah untuk mengontrol porsi makan anda.

  • Zen

Cobalah latihan fisik Jepang (seperti seni bela diri) dan kebugaran mental. Kegiatan tersebut seperti yoga dan meditasi sudah terbukti tidak hanya mengurangi stres, tetapi juga menangkal demensia dan menjaga daerah otak yang berkaitan dengan konsentrasi dan ingatan.

Rumah, Makanan dan Pakaian Ala Jepang!
Ini dia ! apa temen temen sudah tahu, bagaimana gaya rumah ala Jepang, makanan ala Jepang, dan baju disana seperti apa ? untuk lebih lanjutnya Check It Out!
RUMAH
Rumah tradisional Jepang dibuat dari kayu dan ditunjang tiang-tiang kayu. Tapi sekarang ini rumah Jepang biasanya mempunyai kamar-kamar bergaya Barat dengan lantai kayu dan kerap dibangun dengan tiang-tiang baja. Lagi pula, makin banyak keluarga di kawasan perkotaan tinggal di gedung-gedung apartemen baja beton yang besar.
Ada dua perbedaan besar dengan rumah Barat, yakni orang tidak mengenakan sepatu di dalam rumah dan setidaknya ada satu ruang yang cenderung dirancang dalam gaya Jepang, berlantaikan tatami.
Temen temen tahu apa itu tatami? Tatami adalah sejenis tikar tebal yang dibuat dari jerami, sudah dipakai di rumah Jepang sejak sekitar 600 tahun yang lalu. Sehelai tatami biasanya berukuran 1,91 x 0,95 meter. Ukuran ruang/kamar biasanya didasarkan pada jumlah tatami. Lantai tatami terasa sejuk pada musim panas dan hangat pada musim dingin, dan tetap lebih segar daripada karpet selama bulan-bulan lembab di Jepang.
MAKANAN
Makanan di Jepang tidak terlalu berbeda dengan di kita, tetapi di musim dingin dibutuhkan makanan-makanan dan minuman yang dapat membantu memanaskan tubuh. Oleh karena itu seperti minuman keras di Jepang amat biasa dan bukan merupakan suatu barang konsumsi yang dilarang.

Istilah untuk makan dalam bahasa Jepang adalah gohan. Kata ini sebenarnya menunjukkan nasi, tapi karena nasi merupakan makanan pokok bagi orang Jepang, maka gohan sudah diartikan sebagai nasi dengan lauk pauknya. Makan tradisional Jepang terdiri dari semangkuk nasi putih, dengan lauk utama (ikan atau daging), lauk pelengkap (biasanya sayuran), sup (biasanya sup miso), dan acar sayur. Nasi Jepang lengket (seperti ketan), sehingga cocok untuk dimakan dengan sumpit. Sumpit tidak bisa dipisahkan dalam tata cara makan. Sebagian besar orang Jepang akan mematahkan sumpitnya menjadi dua bagian selesai makan. Menurut adat, apabila sumpit tidak dipatahkan, mereka akan terserang suatu penyakit akibat makanan tersebut.


Namun, saat ini tradisi tersebut hanya dilakukan saat bersantap di restoran. Untuk bersantap di rumah, setiap anggota keluarga menyimpan sendiri sumpit masing-masing. Bertukar sumpit, tabu dilakukan karena dapat dianggap membawa sial.


Orang Jepang dewasa ini makan berbagai jenis makanan dari seluruh dunia, terutama dari Eropa, Amerika Utara, dan Asia. Selain nasi, orang Jepang makan roti, mie, dan pasta, dan menyukai beraneka macam masakan daging, ikan, sayuran, dan buah-buahan. Sushi, tempura, sukiyaki, dan jenis-jenis makanan Jepang yang terkenal di dunia, tentu saja juga populer di Jepang.
Di kota-kota besar, khususnya, terdapat banyak restoran cepat-saji yang menyediakan burger dan fried chicken, yang populer terutama di kalangan muda dan anak-anak.
Sebelum makan, orang Jepang mengucapkan "itadakimasu", ungkapan sopan yang berarti "Saya terima makanan ini." Hal ini merupakan pernyataan terima kasih kepada siapa pun yang telah terlibat dalam menyiapkan makanan tersebut. Setelah makan, orang Jepang menyatakan terima kasih lagi dengan menyebutkan "gochisosama deshita", yang secara harfiah berarti "Terima kasih atas hidangan mewah yang lezat dan berlimpah."
Lalu bagaimana minuman di Jepang ?
Sake minuman tradisional ini harus diminum dalam cangkir yang kecil. Soalnya ini berkaitan dengan tradisi Jepang Kuno. Nenek moyang mereka selalu makan dengan tempat yang terbuat dari kulit kerang besar. Sedangkan kulit kerang kecil digunakan sebagai cawan air. 



Maka, saat ini minuman harus selalu ditempatkan di wadah kecil. Sedangkan makanan dalam wadah yang lebih besar. Setiap orang yang hendak minum, harus menuangkannya untuk temannya terlebih dulu. Pada acara minum, pantang menuangkannya untuk diri sendiri.

Mabuk setelah minum sake adalah hal yang biasa. Apalagi minuman dengan kadar alkohol tinggi ini (sekitar 20%) harus selalu hadir dalam setiap acara. Sejak remaja mereka sudah boleh minum sake. Namun, tentu saja hanya satu atau dua cangkir. 

Sake selalu disajikan dalam tiga kategori. Dari yang biasa sampai spesial. Jenis sake yang paling biasa disebut nikyu. Kualitas yang diatasnya disebut ikkyu. Sedangkan yang spesial disebut tokkyu. 

Untuk acara seperti pernikahan, perayaan karena promosi jabatan atau hanya sekedar makan malam romantis tentu saja harus sake spesial. Tingginya kadar alkohol di dalam sake membuat kesan orang Jepang suka sekali mabuk. Selain sake, mereka juga suka sekali minum whiski dan bir.
PAKAIAN
Keadaan iklim dari musim yang berganti-ganti sepanjang tahunnya, sangat berpengaruh besar terhadap pola kehidupan di Jepang. Mulai dari pakaian, makanan, minuman, hingga peralatan rumah tangga untuk kepentingan sehari-hari akan bergantung pada iklimnya. Biasanya orang Jepang menyesuaikan jenis pakaiannya sesuai dengan musim yang dialami.
Baju Tradisional Jepang
Baju tradisional jepang adalah kimono, kimono di bagi menjadi 2 macam yaitu kimono wanita dan kimono pria. Kimono wanita ini masih di bagi menjadi beberapa macam diantaranya adalah:
  • Kurotomesode: kimono paling formal dan biasanya di pakai wanita yang sudah menikah.
  • Irotomesode: kimono yang di pakai oleh wanita dewasa yang sudah menikah atau belum menikah untuk menghadiri acara formal.
  • Furisode: adalah kimono paling formal untuk wanita muda yang belum menikah.
  • Homongi: adalah kimono formal untuk wanita, sudah menikah atau belum menikah.
  • Iromuji: adalah kimono semiformal, namun bisa dijadikan kimono formal bila iromuji tersebut memiliki lambang keluarga (kamon).
  • Tsukesage: Tsukesage adalah kimono semiformal untuk wanita yang sudah atau belum menikah.
  • Komon: Komon adalah kimono santai untuk wanita yang sudah atau belum menikah.
  • Tsumugi: adalah kimono santai untuk dikenakan sehari-hari di rumah oleh wanita yang sudah atau belum menikah.
  • Yukata: adalah kimono nonformal yang dipakai pria dan wanita pada kesempatan santai di musim panas, misalnya sewaktu melihat pesta kembang api, matsuri (ennichi), atau menari pada perayaan obon.
        Sedangkan kimono pria di bagi menjadi 2 yaitu:
  1. Kimono formal: yaitu berupa setelan montsuki hitan dengan hakama dan haori.
  2. Kimono santai atau kinagashi: yaitu kimono yang di pakai sebagai pakaian sehari-hari atau ketika keluar rumah pada kesempatan tidak resmi.
Hmm.. kita mau kasih tau nih, di Jepang, sandal itu unik lho . mau tahu kayak apa ? Check It Out! J
1. Waraji




Waraji ini adalah sandal dari anyaman tali jerami/batang padi. Jaman dulu, alas kaki ini merupakan standard lho di Jepang, cuma sekarang ini hanya digunakan oleh pendeta budha. Biasanya digunakan juga kalau mendaki / perjalanan jauh, atau kalau ada perayaan aja, kenapa?? makenya ribet gan...

2. Jika Tabi

Bentuknya seperti boots ya gan cuma ujungnya terbelah dua - merupakan pemisah jempol dan jari-jari yang lain. Biasa dipakai pekerja konstruksi, petani, tukang kebun. Arti jika-tabi sendiri adalah "kaus kaki yang bersentuhan langsung dengan tanah". cuma hati-hati makenya gan, takutnya kena paku bisa tembus lho...
3. Geta

Geta itu sendal kayu yang mirip bakiak gan, biasanya terbuat dari kayu kiri / paulownia. Biasa dipasangkan dengan kimono / yukata, biasa juga dipakai saat hujan atau salju gan. Nah, yang harus diketahui, bentuk geta untuk pria itu persegi empat, sedangkan untuk wanita itu oval...

4. Okobo

semacam geta juga gan, tapi dibuat agak tinggi. kenapa? supaya ga mengotori kimono kalau lagi jalan, biasa dipakai oleh maiko / geisha magang, dan sering juga dipakai saat pernikahan oleh pengantin wanita.

5. Zouri

penjelasan simpelnya? yap sendal jepit, bentuknya agak miring gan, lebih tinggi bagian belakangnya. Biasa dipakai di acara yang formal (kalau di Indonesia sendal jepit kan buat ke warung ya gan? oalah). Wanita biasa memakai zouri yang berwarna merah, sekalian pakai tabi / kaus kaki juga.

segini dulu ane nulisnya. see you next time yaa .semoga bermanfaat...